Translate

Informasi mengenai Sistem Ekskresi pada manusia "Ginjal"


informasi tentang Ginjal

Sumber gambar: strokeobat.web.id/wp-content/uploads/2013/05/ginjal.jpg




Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di rongga perut
sebelah kanan dan kiri ruas tulang belakang. Letak ginjal sebelah kiri lebih tinggi dari ginjal sebelah kanan. Itu karena di atas ginjal
sebelah kanan terdapat hati yang berukuran besar. Bentuk ginjal seperti biji kacang berwarna merah keunguan dengan panjang
sekitar 10 cm dan berat sekitar 200 gram. Ginjal dibungkus oleh
semacam selaput tipis yang disebut ‘kapsul’.

Fungsi ginjal:

1. Menyaring zat-zat sisa metabolisme dari dalam darah yang
dikeluarkan dalam bentuk urin.

2. Mempertahankan dan mengatur keseimbangan air dalam tubuh.

3. Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur konsentrasi garam dalam tubuh.

4. Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dengan cara mengeluarkan kelebihan asam atau basa melalui urin.

5. Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme seperti urea, kreatinin, dan
amonia melalui urine.


Bagian-bagian ginjal:


1. Korteks (kulit ginjal), terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi. Badan malphigi tersusun atas glomerulus yang
diselubungi kapsula Bowman dan tubulus (saluran) yang terdiri dari tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.

2. Medula (sumsum ginjal), terdiri atas beberapa badan berbentuk kerucut (piramida). Di sini terdapat lengkung henle yang menghubungkan tubulus kontortus proksimal dan tubulus
kontortus distal.

3. Rongga ginjal (pelvis), merupakan tempat bermuaranya tubulus yaitu tempat penampungan urin sementara yang akan dialirkan menuju kandung kemih melalui ureter dan dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.

Proses pembentukan urine dalam bentuk skema:


Darah dari aorta menuju glomerulus (filtrasi atau penyaringan) protein tetap berada di pembuluh darah dan terbentuk urin primer yang mengandung air, garam, asam amino, glukosa dan urea >>> tubulus kontortus proksimal (reabsorpsi atau penyerapan kembali) menyerap glukosa, garam, air, dan asam amino. Terbentuk urin sekunder yang mengandung urea >>> tubulus kontortus distal (augmentasi atau pengeluaran zat) melepaskan zat-zat yang tidak berguna atau berlebihan ke dalam urin dan terbentuk urin sebenarnya >>> tubulus kolektivus >>> rongga ginjal >>> ureter >>> kandung kemih >>> uretra >>> urine keluar tubuh. (untuk lebih jelasnya, lihat selengkapnya dalam gambar bagian-bagian dan anatomi ginjal) Jadi, pembentukan urine dibagi menjadi 3 tahap, yaitu filtrasi
(penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan augmentasi (pengeluaran zat).

Faktor yang memengaruhi jumlah urine yang keluar:

1. Jumlah air yang diminum.

2. Banyaknya garam yang harus dikeluarkan dari darah agar
osmosisnya seimbang.

3. Pengaruh hormon antidiuretik(ADH) atau hormon vasopresin.
Yaitu hormon yang mengatur kadar air dalam darah.

4. Iklim/musim/cuaca. Ketika musim hujan(dingin) produksi urin
berlebihan, ketika musim kemarau(panas) produksi urin
berkurang.

5. Stimulus atau saraf.



Gangguan dan kelainan pada ginjal:


1. Uremia tertimbunnya urea dalam darah sehingga mengakibatkan keracunan.

2. Albuminuria urine mengandung albumin(protein) yang disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus.

3. Diabetes insipidus penyakit kekurangan hormon vasopresin atau hormon antidiuretik (ADH) yang mengakibatkan hilangnya kemampuan mereabsorpsi cairan. Akibatnya, penderita bisa mengeluarkan urine berlimpah mencapai 20 liter.

4. Diabetes melitus terdapat glukosa dalam urine. Terjadi karena menurunnya hormon insulin yang dihasilkan pankreas.

5. Nefritis gangguan pada ginjal karena infeksi bakteri streptococcus sehingga protein masuk ke dalam urine.

6. Batu ginjal adanya endapan garam kalsium di dalam kantong kemih

7. Gagal ginjal ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga harus dibantu dengan cuci darah atau cangkok ginjal.

8. Hematuria urin mengandung darah karena adanya kerusakan pada glomerulus.

Terima kasih